Dewasa ini harus diakui bahwa hampir semua kegiatan organisasi sangat tergantung terhadap sistem informasi. Sebagai contoh, munculnya sistem e-commerce membuat keberadaan teknologi tidak hanya diterima, tapi juga diperlukan untuk menjalankan bisnis. Hal ini mengakibatkan organisasi mencari aplikasi yang tidak hanya mendukung kegiatan bisnis yang sudah ada, namun juga memungkinkan adanya sebuah peluang bisnis baru sebagai sebuah competitive advantage. Menurut Michael Porter dalam teorinya tentang Generic Strategies, ada 3 cara untuk mendapatkan competitive advantage. yaitu Cost Leadership, Differentiation, dan Focus.
Memahami bagaimana sistem informasi berbasis teknologi memainkan peranannya dalam organisasi sangat membantu dalam melakukan manajemen terhadap sistem informasi dan teknologi informasi secara strategis. Sebelum membahas lebih jauh tentang perspektif strategis, perlu diketahui lebih dahulu tentang pengertian dari Strategic Planning for Information System (SPIS).
SPIS didefinisikan sebagai suatu proses perencanaan untuk menggunakan sistem informasi yang cost-effective dan sejalan dengan prioritas manajemen dan kebutuhan operasional organisasi. Cost-effective dimaksudkan bahwa sistem informasi yang akan digunakan di dalam organisasi dapat menekan pemakaian biaya yang bersifat fixed cost. Yang dimaksud dengan sejalan dengan prioritas manajemen yaitu sistem informasi yang akan diimplementasikan menunjang strategi bisnis organisasi yang sudah ditetapkan. Sedangkan memenuhi kebutuhan operasional dimaksudkan bahwa investasi terhadap sistem informasi mendukung kegiatan operasional perusahaan sehingga proses bisnis dapat berjalan dengan lancar.
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita mencampuradukkan penggunaan istilah sistem informasi dan teknologi informasi. Padahal kenyataannya kedua istilah tersebut merupakan dua hal yang sangat berbeda. Perlu diingat bahwa sistem informasi sudah ada di dalam organisasi jauh sebelum adanya teknologi informasi, dan bahkan dijaman sekarang masih ada sistem informasi yang ada di sebuah organisasi tanpa keberadaan teknologi. Jadi apa sebenarnya yang dimaksud dengan teknologi informasi itu? Teknologi informasi lebih mengacu secara spesifik terhadap teknologi, biasanya hardware, software dan jaringan komunikasi. Baik yang tangible(sebagai contoh server, PC, router, dan lain sebagainya) maupun yang bersifat intangible(misalnya software). Sistem informasi, menurut UK Academy of Information Systems(UKAIS) didefinisikan sebagai suatu cara yang digunakan oleh orang-orang dan organisasi untuk mengumpulkan(gather), memproses, menggunakan dan menyebarkan informasi dengan menggunakan teknologi.
Cakupan yang terkandung dalam SPIS antara lain:
- Perencanaan jangka panjang secara menyeluruh terhadap bisnis strategi suatu organisasi yang berbasis IS/IT
- Diatur oleh senior managemen untuk mendefinisikan enterprise demands terhadap IS/IT yang dimilikinya
- Mendefinisikan misi IS/IT berdasarkan visi dan misi dari organisasi
- Mendefinisikan kebijakan IS/IT
- Mendefinisikan proses bisnis dan arus informasi didalam organisasi.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bagaimana IS/IT dapat mendukung tujuan bisnis terhadap kegiatan operasional yang berjalan sekarang dan kegiatan operasional yang akan datang dan mendapatkan competitive atau strategic advantage? Jawabannya adalah dengan melakukan perencanaan yang baik dalam IS/IT.
Filed under: Strategic Planning for Information Systems, Competitive Advantage, Sistem Informasi, Strategic Planning for Information System, Teknologi Informasi
SocialVibe