whispering the sounds of silence

just a litle note in millions words

life is never flat

Kehidupan bukanlah suatu keadaan yang stagnan. Kehidupan adalah rangkaian proses tiada henti. Yang dimulai sejak kita datang ke dan pergi dari dunia ini.
Rangkaian proses ini bergerak dengan dinamis mengikuti variabel waktu. Ada awal, ada akhir, yang kemudian berputar lagi menjadi awal untuk proses berikutnya. Meminjam istilah IT, input -> proses -> output.
Karena kehidupan ini sifatnya dinamis, maka janganlah ragu untuk merubah target dan batasan yang ingin kita raih. Mengapa demikian? Karena target dan batasan yang stagnan, tidak akan merubah kita menjadi individu yang lebih baik. Juga tidak akan memberi kebahagiaan bagi pribadi kita.
Jadi jangan lah ragu untuk bermimpi, dan jangan hanya bermimpi, beraksilah untuk meraihnya. Karena kawan, life is never flat.

Filed under: Love n Live

ineffective and inefficent city

Pernahkah kawan bayangkan rasanya tinggal di kota yang tidak efektif lagi efisien?
Sayangnya, hampir sebagian besar kawan semua pernah singgah di sini. Di kota yang sangat memboroskan sumber daya pribadi kita.
Yup, kota ini adalah ibukota negara Republik Indonesia kita tercinta ini. Sungguh ironis, sebagai ibukota negara, ternyata kota ini tidak memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya nya demi menyediakan layanan yang memadai bagi warganya. Tidak usah kita bahas semua aspek kawan. Tidak efektif dan efisien juga nanti tulisan ini jadinya. Hahahaha… Cukuplah kali ini kita ambil masalah transportasi dan infrastrukturnya saja.
Bagi kawan yang bekerja di sini, sudah pasti terbiasa dengan namanya kemacetan. Apalagi kalau ada hujan… Wuiihhh… Macet makin menggila saja. Kenapa? Karena sebagian besar jalanan pasti banjir. Jangankan jalan, permukaan tanahnya saja jauh lebih rendah daripada permukaan laut. Maka tidak heran bila kemudian ada jalan yang ambles.
Kembali lagi ke point ineffective dan inefficient, coba saja hitung berapa lama waktu yang terbuang di jalanan hanya untuk menikmati kemacetan. Yah, kalau boleh dikatakan menikmati. Hahaha…
Waktu yang seharusnya bisa kita gunakan untuk momen berkualitas sirna sudah hanya karena problem transportasi tadi.
Terus bagaimana solusinya?
Menurutku kawan, yang harus dibenahi terlebih dahulu adalah mentalitas warga di sini terlebih dahulu. Bagaimana agar mereka tidak lagi egois. Tidak lagi mementingkan gengsi. Mau mengerti penderitaan yang dialami orang lain. Bisa lebih tenggang rasa dan tepa salira. Selain suasana yang lebih nyaman yang bakal tercipta, lambat laun pengguna sarana transportasi massal juga akan meningkat, tak lupa pemerintahan kota sudah selayaknya mengatur regulasi agar warga nya bisa menikmati kelancaran transportasi.
Yah kawan, tapi sepertinya susah untuk diwujudkan. Jadi ya… Mari kita nikmati sama-sama kemacetan yang menjebak kita ini. Heheheh…
Wassalam :)

*saya yang sedang menikmati macet pasca hujan @Wed, Oct 6, 2010

Filed under: daily activity

highway vs country road

Rencana pemerintah untuk menghubungkan jalan tol yang menghubungkan antar daerah merupakan salah satu alternatif yang diharapkan dapat mempercepat perputaran laju roda ekonomi antar daerah. Sehingga diharapkan pertumbuhan ekonomi di daerah bisa mengalami peningkatan.
Namun apakah dengan demikian bisa dikatakan bahwa pembangunan jalan tol benar-benar diperlukan keberadaannya?
Pembangunan jalan tol mau tidak mau, pasti harus membuka lahan baru. Pembukaan lahan baru berarti penggundulan hutan. Semakin banyak lahan yang digunduli, maka potensi resiko kemungkinan terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor semakin tinggi.
Belum lagi analisis dampak ekonomi dari daerah yang dulunya menjadi tulang punggung infrastruktur transportasi, kemudian peranannya ditiadakan. Dampak sosial ekonomi ini perlu dikaji ulang. Dan mungkin saja masih ada bidang lain lagi yang perlu dikaji, namun luput dari perhatian kita semua.
Nah, dengan demikian, sejatinya pembangunan jalan tol seharusnya bukan dijadikan sebagai upaya bagi segelintir pihak untuk meraup keuntungan pribadi dengan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Pembenahan infrastruktur di kota-kota yang menjadi tulang punggung sendi perekonomian mungkin akan jauh lebih bermanfaat bagi pembangunan negeri ini.
Demikian renungan awam dari saya, bagi yang tersinggung atau tidak berkenan, saya mohon maaf :)

Filed under: daily activity

RSS Indonesian News

SocialVibe


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.